Penanaman Mangrove Pulau Pudut, Tanjung Benoa, Bali
3.880 Mangrove
Ringkasan Dampak Lingkungan
Mempertahankan eksistensi daratan Pulau Pudut di Tanjung Benoa dari abrasi ekstrem dan melestarikan habitat satwa laut pesisir Bali.
Total Pohon
3.880
Tertanam
Serapan Karbon
~97 Ton
CO₂e / Tahun
Survival Rate
85 - 90%
Monitoring 1-3 thn
Pilar SDG
2 Pilar
SDG 13, SDG 15
Lokasi & Pemberdayaan Masyarakat
Inisiatif ini dilaksanakan di wilayah Pulau Pudut, Tanjung Benoa, Badung, Bali. Pelaksanaan aksi melibatkan kelompok tani dan nelayan lokal mulai dari proses penyemaian bibit, penanaman serentak, hingga pemeliharaan lanjutan guna memastikan bibit pohon tumbuh subur dan memberikan perlindungan alami bagi pesisir serta daratan dari abrasi dan degradasi lingkungan.
PT PLN (Persero)
Badan Usaha Milik Negara yang memimpin transisi energi bersih di Indonesia, aktif dalam berbagai inisiatif pelestarian keanekaragaman hayati dan restorasi pesisir.
Bendega Konservasi Bali
Organisasi konservasi pesisir dan laut Bali yang mengawal restorasi ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove di kawasan Tanjung Benoa.
Ingin Mengadakan Aksi Serupa?
Kolaborasikan program CSR korporasi Anda dengan ekosistem Aksi Bumi untuk laporan dampak yang terukur.
Mulai KolaborasiAksi Berkelanjutan Lainnya
Semua AksiPenanaman Mangrove Pulau Burung, Kalimantan Selatan
Penanaman 3.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata untuk memulihkan pesisir Pulau Burung dari risiko abrasi dan mendukung mata pencaharian nelayan lokal.
Penanaman Mangrove Pulau Burung, Kalimantan Selatan
Konservasi ekosistem mangrove seluas 1,5 hektar di perairan pesisir Pulau Burung Kalimantan Selatan untuk menjaga keanekaragaman hayati pesisir.
Penanaman Mangrove Desa Sukawali, Tangerang
Rehabilitasi benteng pesisir utara Tangerang dari ancaman kenaikan permukaan air laut dan banjir rob.